HKBP Digital
HUKUM ALLAH • PATIK NA SAMPULU • KATEKISMUS HKBP

10 HUKUM TAURAT

Sepuluh Hukum Allah Beserta Arti dan Makna Teologis dalam Hidup Beriman

Pilihan Bahasa:
Fitur Belajar:
Aksesibilitas:
1

Hukum Pertama

Keluaran 20:2-3 / 2 Musa 20:2-3
Patik Parjolo
Teks Firman (Alkitab LAI TB):
Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
Arti (Katekismus Martin Luther / HKBP)

Kita harus takut dan mengasihi Allah serta percaya kepada-Nya di atas segala sesuatu.

Makna Rohani (Theological Meaning)

Pengakuan kedaulatan mutlak Allah yang esa sebagai Pencipta dan Penebus, menempatkan Dia sebagai prioritas utama dalam seluruh hati dan pikiran.

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Menjauhkan diri dari segala bentuk berhala modern seperti keterikatan berlebihan pada uang, kekuasaan, atau ramalan nasib, serta senantiasa bersandar pada pimpinan Tuhan.

Renungkan Hari Ini (Pertanyaan Refleksi)

“Apakah ada hal dalam hidup saya yang lebih saya utamakan daripada persekutuan saya dengan Tuhan?”

2

Hukum Kedua

Keluaran 20:7 / 2 Musa 20:7
Patik Paduahon
Teks Firman (Alkitab LAI TB):
Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
Arti (Katekismus Martin Luther / HKBP)

Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita tidak mengutuk, bersumpah palsu, menyihir, berbohong, atau menipu demi nama-Nya, melainkan memanggil nama-Nya dalam segala kesesakan, berdoa, memuji, dan mengucap syukur kepada-Nya.

Makna Rohani (Theological Meaning)

Kekudusan nama Allah mencerminkan integritas diri-Nya; menjaga perkataan dan sumpah merupakan tanda hormat yang tulus kepada keagungan Tuhan.

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Menjauhi kebiasaan bersumpah palsu, menghindari umpatan atau lelucon yang merendahkan hal-hal kudus, serta rajin menyebut nama Tuhan dalam doa dan ucapan syukur.

Renungkan Hari Ini (Pertanyaan Refleksi)

“Bagaimanakah saya memperlakukan nama Tuhan dalam percakapan sehari-hari dan di media sosial?”

3

Hukum Ketiga

Keluaran 20:8-11 / 2 Musa 20:8-11
Patik Patoluhon
Teks Firman (Alkitab LAI TB):
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu.
Arti (Katekismus Martin Luther / HKBP)

Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita tidak meremehkan khotbah dan firman-Nya, melainkan menguduskannya, serta dengan sukacita mendengarkan dan mempelajarinya.

Makna Rohani (Theological Meaning)

Pengudusan waktu untuk beristirahat dari kesibukan materi guna memelihara jiwa, bersekutu bersama jemaat, dan berfokus pada kasih karunia Allah.

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Setia beribadah pada hari Minggu, tidak mengabaikan pembacaan Alkitab pribadi, serta menghargai waktu istirahat bersama keluarga.

Renungkan Hari Ini (Pertanyaan Refleksi)

“Apakah ibadah hari Minggu menjadi kerinduan jiwa saya atau sekadar rutinitas lahiriah?”

4

Hukum Keempat

Keluaran 20:12 / 2 Musa 20:12
Patik Paopathon
Teks Firman (Alkitab LAI TB):
Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
Arti (Katekismus Martin Luther / HKBP)

Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita tidak menghina atau membangkitkan amarah orang tua dan pemimpin kita, melainkan menghormati, melayani, menaati, serta mengasihi dan menghargai mereka.

Makna Rohani (Theological Meaning)

Keluarga adalah fondasi ilahi; menghormati orang tua dan otoritas yang benar mencerminkan ketaatan kepada Allah sebagai Bapa yang kekal.

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Berbakti kepada orang tua, merawat mereka di masa lanjut usia, mendoakan para pemimpin dan pendidik, serta bertutur kata santun kepada yang lebih tua.

Renungkan Hari Ini (Pertanyaan Refleksi)

“Kapan terakhir kali saya menyatakan rasa syukur, hormat, dan kasih yang tulus kepada orang tua saya?”

5

Hukum Kelima

Keluaran 20:13 / 2 Musa 20:13
Patik Palimahon
Teks Firman (Alkitab LAI TB):
Jangan membunuh.
Arti (Katekismus Martin Luther / HKBP)

Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita tidak mencelakakan atau melukai sesama kita dalam tubuhnya, melainkan menolong dan mendampinginya dalam segala kebutuhan jasmaninya.

Makna Rohani (Theological Meaning)

Kehidupan adalah anugerah suci dari Allah; kebencian, amarah, dan dendam di hadapan Allah sama dosanya dengan merusak sesama manusia.

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Menjauhi kebencian dan dendam, tidak menyebarkan fitnah yang merusak karakter sesama, serta aktif menolong orang yang sedang menderita atau tertindas.

Renungkan Hari Ini (Pertanyaan Refleksi)

“Adakah kepahitan atau kebencian dalam hati saya yang belum saya lepaskan terhadap seseorang?”

6

Hukum Keenam

Keluaran 20:14 / 2 Musa 20:14
Patik Paonomhon
Teks Firman (Alkitab LAI TB):
Jangan berzinah.
Arti (Katekismus Martin Luther / HKBP)

Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita hidup suci dan murni dalam perkataan dan perbuatan, dan masing-masing mengasihi serta menghormati pasangan hidupnya.

Makna Rohani (Theological Meaning)

Kekudusan ikatan pernikahan mencerminkan kasih setia Kristus kepada jemaat-Nya; menjaga kemurnian tubuh dan pikiran sebagai bait Roh Kudus.

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Setia kepada pasangan hidup, menjaga kemurnian pergaulan bagi kaum muda, serta menjauhkan diri dari pornografi dan godaan hawa nafsu.

Renungkan Hari Ini (Pertanyaan Refleksi)

“Bagaimana saya menjaga kemurnian pikiran, pandangan mata, dan pergaulan saya sehari-hari?”

7

Hukum Ketujuh

Keluaran 20:15 / 2 Musa 20:15
Patik Papituhon
Teks Firman (Alkitab LAI TB):
Jangan mencuri.
Arti (Katekismus Martin Luther / HKBP)

Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita tidak mengambil uang atau harta sesama kita, atau memperolehnya dengan barang tiruan atau tipu muslihat, melainkan menolongnya memelihara dan melindungi harta milik serta penghidupannya.

Makna Rohani (Theological Meaning)

Keadilan dan integritas hak milik; percaya penuh pada pemeliharaan Allah yang cukup dan menjauhi ketamakan yang merugikan orang lain.

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Bekerja dengan jujur, menolak korupsi dan suap, tidak mengambil hak orang lain di kantor atau lingkungan, serta setia membayar kewajiban.

Renungkan Hari Ini (Pertanyaan Refleksi)

“Apakah saya telah berlaku jujur dalam setiap transaksi keuangan dan pengelolaan tanggung jawab saya?”

8

Hukum Kedelapan

Keluaran 20:16 / 2 Musa 20:16
Patik Paualuon
Teks Firman (Alkitab LAI TB):
Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
Arti (Katekismus Martin Luther / HKBP)

Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita tidak berdusta tentang sesama kita, mengkhianatinya, memfitnahnya, atau merusak nama baiknya, melainkan membela dia, membicarakan hal-hal yang baik tentangnya, dan memandang segala sesuatu dari sisi yang terbaik.

Makna Rohani (Theological Meaning)

Kebenaran adalah hakikat Allah; lidah yang jujur memancarkan Roh Kudus, sedangkan kebohongan dan gosip merusak damai sejahtera dalam persekutuan.

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Menolak menyebarkan kabar bohong (hoaks) atau gosip, membela nama baik teman yang difitnah, dan berbicara dengan jujur dalam setiap situasi.

Renungkan Hari Ini (Pertanyaan Refleksi)

“Apakah kata-kata saya membangun sesama, atau justru kerap mencemari nama baik orang lain?”

9

Hukum Kesembilan

Keluaran 20:17a / 2 Musa 20:17a
Patik Pasiahon
Teks Firman (Alkitab LAI TB):
Jangan mengingini rumah sesamamu.
Arti (Katekismus Martin Luther / HKBP)

Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita tidak merebut warisan atau rumah sesama kita dengan tipu muslihat atau dengan pura-pura memiliki hak yang sah, melainkan menolong dan melayaninya agar ia dapat mempertahankan miliknya.

Makna Rohani (Theological Meaning)

Menjaga hati dari rasa iri dengki terhadap tempat tinggal, harta warisan, dan kemapanan orang lain; belajar hidup bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan.

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Merasa cukup dengan berkat yang Tuhan berikan, tidak iri pada rumah atau pencapaian sesama, serta mendukung kemajuan hidup orang lain.

Renungkan Hari Ini (Pertanyaan Refleksi)

“Apakah saya sering membanding-bandingkan harta kepunyaan saya dengan milik orang lain?”

10

Hukum Kesepuluh

Keluaran 20:17b / 2 Musa 20:17b
Patik Pasampuluhon
Teks Firman (Alkitab LAI TB):
Jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu.
Arti (Katekismus Martin Luther / HKBP)

Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita tidak membujuk atau memikat istri, pembantu, atau kepunyaan sesama kita, melainkan mendorong mereka untuk tinggal setia dan menjalankan kewajiban mereka.

Makna Rohani (Theological Meaning)

Puncak dari seluruh hukum Taurat yang memeriksa kedalaman batin manusia: akar dari setiap dosa lahiriah bermula dari keinginan hati yang serakah dan tidak terkendali.

Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghargai relasi dan keluarga orang lain, menjaga hati dari ketamakan, serta bersukacita melihat kebahagiaan dan keberhasilan sesama.

Renungkan Hari Ini (Pertanyaan Refleksi)

“Apakah batin saya dipenuhi oleh rasa syukur atas berkat Tuhan, atau masih dicengkeram keinginan menuntut lebih?”

Bahasa Indonesia

10 Hukum Taurat

Alkitab Terjemahan Baru (LAI) • Keluaran 20:1-17

Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Jangan membunuh. Jangan berzinah. Jangan mencuri. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. Jangan mengingini rumah sesamamu. Jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu.

Hata Batak Toba

Patik Na Sampulu

Bibel Batak Toba 1998 • 2 Musa 20:1-17

Ahu do Jahowa Debatam, na paruarhon ho sian tano Misir, sian bagas parhatobanan. Ndang jadi marangkup Ahu bahenonmu Debatam. Ndang jadi dohononmu goar ni Debata anggo so gabeak (ndang marimpola). Ingot ma pabadiahon ari paradiananmi! Onom ari ma ho mulaulaon jala mangradoti nasa ulaonmu; alai anggo ari papituhon i, ari paradianan ni Jahowa Debatam do i. Ingkon pasangaponmu do natorasmu asa martua ho, jala leleng mangolu di tano na nilehon ni Jahowa Debatam di ho. Ndang jadi ho mambunu! Ndang jadi ho mangalangkup! Ndang jadi ho manangko! Ndang jadi ho mangalaba, manang mangkatahi donganmu! Ndang jadi mangapian roham di bagas ni donganmu! Ndang jadi mangapian roham di jolma ni donganmu, manang di naposona baoa manang di naposona boruboru, manang di lombuna manang di hodana, manang di dia pe ugasanna!