HKBP Digital
DOKTRIN GEREJAWI • PENGAKUAN IMAN RASULI • HKBP

PENGAKUAN IMAN RASULI

Tersimpan
Artikel 1

Bagian Pertama: Allah Bapa (Penciptaan)

Penciptaan / Allah Yang Mahakuasa

Resmi HKBP
Teks Resmi Pengakuan Iman Rasuli (Agenda HKBP)
Aku percaya kepada Allah Bapa Yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi.
Penjelasan Teologis (Katekismus Martin Luther / Ajaran HKBP):
Artikel pertama menegaskan kedaulatan Allah sebagai Bapa yang penuh kasih dan Pencipta segala sesuatu yang kelihatan dan tidak kelihatan. Kita meyakini bahwa hidup kita, tubuh, jiwa, akal budi, dan seluruh alam semesta adalah anugerah penciptaan-Nya yang terus dipelihara oleh kemurahan-Nya setiap hari tanpa jasa atau kelayakan kita.
Catatan Pribadi untuk Bagian Pertama: Allah Bapa (Penciptaan)
Refleksi Iman & Penerapan Hidup
Pertanyaan Refleksi:

Apa arti iman kepada Allah Bapa yang Mahakuasa bagi kehidupan pribadi dan keluarga saya sehari-hari? Bagaimana saya menjaga dan merawat ciptaan Tuhan di bumi ini?

Penerapan Hidup:

1. Menyerahkan segala kekhawatiran hidup kepada pemeliharaan Bapa di sorga melalui doa yang tekun. 2. Mensyukuri setiap berkat jasmani (makanan, kesehatan, keluarga, pekerjaan) sebagai pemberian cuma-cuma dari Tuhan. 3. Menjaga kelestarian lingkungan dan alam sekitar sebagai tanggung jawab orang beriman.

Artikel 2

Bagian Kedua: Yesus Kristus (Penebusan)

Penebusan / Anak Tunggal Allah

Resmi HKBP
Teks Resmi Pengakuan Iman Rasuli (Agenda HKBP)
Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita, yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, yang menderita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut, pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke sorga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa Yang Mahakuasa, dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.
Penjelasan Teologis (Katekismus Martin Luther / Ajaran HKBP):
Artikel kedua merupakan jantung iman Kristen: Yesus Kristus adalah sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia. Melalui kelahiran, penderitaan, kematian salib, dan kebangkitan-Nya, Ia telah menebus kita dari kuasa maut, dosa, dan iblis. Kristus yang telah bangkit dan naik ke sorga kini menjadi Tuhan yang memerintah hidup kita dan kelak datang kembali dalam kemuliaan.
Catatan Pribadi untuk Bagian Kedua: Yesus Kristus (Penebusan)
Refleksi Iman & Penerapan Hidup
Pertanyaan Refleksi:

Bagaimana pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus mengubah cara pandang saya terhadap dosa, penderitaan, dan masa depan? Apakah Yesus sungguh-sungguh telah menjadi Tuhan atas seluruh aspek hidup saya?

Penerapan Hidup:

1. Mengakui Kristus sebagai Juruselamat tunggal dan hidup dalam ketaatan penuh pada kehendak-Nya. 2. Memikul salib dan rela berkorban demi kebenaran, kasih, dan pelayanan kepada sesama. 3. Hidup dengan pengharapan yang teguh bahwa maut telah dikalahkan dan persekutuan kekal di dalam Kristus telah dijamin.

Artikel 3

Bagian Ketiga: Roh Kudus (Pengudusan & Persekutuan Gereja)

Pengudusan & Persekutuan Orang Kudus

Resmi HKBP
Teks Resmi Pengakuan Iman Rasuli (Agenda HKBP)
Aku percaya kepada Roh Kudus; Gereja yang kudus dan am; persekutuan orang kudus; pengampunan dosa; kebangkitan daging; dan hidup yang kekal. Amin.
Penjelasan Teologis (Katekismus Martin Luther / Ajaran HKBP):
Artikel ketiga menjelaskan karya Roh Kudus yang memanggil, menerangi, dan menguduskan orang beriman dalam satu persekutuan gereja yang kudus dan universal (am). Roh Kudus menolong kita percaya kepada Kristus, mengaruniakan pengampunan dosa setiap hari, serta memberikan jaminan akan kebangkitan tubuh dan hidup kekal di kerajaan Allah.
Catatan Pribadi untuk Bagian Ketiga: Roh Kudus (Pengudusan & Persekutuan Gereja)
Refleksi Iman & Penerapan Hidup
Pertanyaan Refleksi:

Bagaimana saya mengalami bimbingan Roh Kudus dalam mengambil keputusan sehari-hari? Bagaimana saya mempraktikkan kasih dan pengampunan dalam persekutuan jemaat gereja?

Penerapan Hidup:

1. Terbuka terhadap pimpinan Roh Kudus melalui doa, pembacaan firman, dan ibadah. 2. Mengambil bagian aktif dalam persekutuan gereja serta memelihara kesatuan tubuh Kristus. 3. Mengampuni sesama dengan tulus hati sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kita. 4. Menatap masa depan dengan sukacita atas janji hidup kekal.