HKBP Digital
DOKTRIN GEREJAWI • KATEKISMUS MARTIN LUTHER • HKBP

KATEKISMUS MARTIN LUTHER

Progres Belajar Sidi & Katekisasi
Telah dipahami: 0 dari 50 materi doktrin
0%
50 Materi
Sepuluh Hukum Taurat (Patik Na Sampulu) #1

Hukum Pertama (Patik Parjolo)

Pertanyaan: Akulah TUHAN, Allahmu. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Kita harus takut dan mengasihi Allah serta percaya kepada-Nya lebih dari segala sesuatu.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Artinya dalam bahasa Batak: "Ingkon umbiar hita mida Debata jala humolong rohanta di Ibana asa mida nasa na adong, jala Ibana haposanta." Tidak boleh ada berhala, kekayaan, takhyul, atau manusia yang menggantikan kedudukan Allah yang Esa.
Sepuluh Hukum Taurat (Patik Na Sampulu) #2

Hukum Kedua (Patik Paidua)

Pertanyaan: Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita tidak mengutuk, bersumpah palsu, menyihir, berbohong atau menipu demi nama-Nya, melainkan memanggil nama-Nya dalam setiap kesesakan, berdoa, memuji, dan bersyukur.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Artinya dalam bahasa Batak: "Ingkon umbiar hita mida Debata jala humolong rohanta di Ibana, asa unang buraenta, manang manumpahi, manang manubani hita mangasahon Goarna, jala unang mangansi manang mangalensem hita mangasahon Goar ni Debata."
Sepuluh Hukum Taurat (Patik Na Sampulu) #3

Hukum Ketiga (Patik Paitolu)

Pertanyaan: Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita tidak menganggap remeh khotbah dan Firman-Nya, melainkan menguduskannya, mendengarkannya dengan sukacita dan mempelajarinya.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Artinya dalam bahasa Batak: "Ingkon umbiar hita mida Debata jala humolong rohanta di Ibana, asa unang lea rohanta di jamita nang di Hata ni Debata, alai ingkon badia do i di rohanta, ringgas rohanta tumangihon jala mangguruhon."
Sepuluh Hukum Taurat (Patik Na Sampulu) #4

Hukum Keempat (Patik Paopat)

Pertanyaan: Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita tidak memandang rendah atau membangkitkan kemarahan orang tua dan atasan kita, melainkan menghormati, melayani, mentaati, mengasihi, dan menghargai mereka.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Artinya dalam bahasa Batak: "Ingkon umbiar hita mida Debata jala humolong rohanta di Ibana, asa unang lea rohanta mida natorasanta dohot mida angka indukta, jala unang targasip nasida binahen ni pambahenanta, alai ingkon sangap do nasida di rohanta, tabahen na denggan tu nasida, taoloi jala tahaholongi nasida."
Sepuluh Hukum Taurat (Patik Na Sampulu) #5

Hukum Kelima (Patik Palima)

Pertanyaan: Jangan membunuh. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita tidak mencelakakan atau melukai tubuh sesama kita, melainkan menolong dan mendampinginya dalam segala kesukaran jasmani.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Artinya dalam bahasa Batak: "Ingkon umbiar hita mida Debata jala humolong rohanta di Ibana, asa unang hahuaonta daging ni dongan jolma, manang tabahen hansit rohana, alai ingkon urupanta do nasida di hasusaan ni dagingna."
Sepuluh Hukum Taurat (Patik Na Sampulu) #6

Hukum Keenam (Patik Paonom)

Pertanyaan: Jangan berzinah. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita hidup suci dan sopan dalam perkataan dan perbuatan, serta masing-masing mengasihi dan menghormati pasangan hidupnya.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Artinya dalam bahasa Batak: "Ingkon umbiar hita mida Debata jala humolong rohanta di Ibana, asa ias jala pantun rohanta ro di pambahenanta dohot hatanta, jala ganup manghaholongi jala pasangaphon donganna saripe."
Sepuluh Hukum Taurat (Patik Na Sampulu) #7

Hukum Ketujuh (Patik Papitu)

Pertanyaan: Jangan mencuri. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita tidak mengambil uang atau harta sesama kita, atau memperolehnya dengan barang dagangan palsu atau tipu muslihat, melainkan membantu memperbaiki dan melindungi hartanya serta mata pencahariannya.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Artinya dalam bahasa Batak: "Ingkon umbiar hita mida Debata jala humolong rohanta di Ibana, asa unang tatangko hepeng manang ugasan ni dongan, manang tarumput di boniaga marhite sian ansi-ansi, alai ingkon urupanta do padengganhon jala marorot ugasanna dohot sinamotna."
Sepuluh Hukum Taurat (Patik Na Sampulu) #8

Hukum Kedelapan (Patik Paualu)

Pertanyaan: Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita tidak berbohong, mengkhianati, memfitnah, atau mencemarkan nama baik sesama kita, melainkan membelanya, berbicara baik tentang dia, dan menafsirkan segala sesuatu dalam arti yang terbaik.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Artinya dalam bahasa Batak: "Ingkon umbiar hita mida Debata jala humolong rohanta di Ibana, asa unang gapgap rohanta taringot tu donganta, unang tajehehon ibana, unang tapadokdok salana manang taroa goarna, alai ingkon taondihon do ibana, tahatahon na denggan taringot tu ibana, jala tataru tu na denggan nasa pambahenanna."
Sepuluh Hukum Taurat (Patik Na Sampulu) #9

Hukum Kesembilan (Patik Pasia)

Pertanyaan: Jangan mengingini rumah sesamamu. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita tidak mengincar warisan atau rumah sesama kita, atau berusaha memperolehnya dengan dalih hukum yang tampaknya benar, melainkan membantu dan melayaninya agar ia dapat mempertahankan miliknya.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Artinya dalam bahasa Batak: "Ingkon umbiar hita mida Debata jala humolong rohanta di Ibana, asa unang tahalungunhon bagas ni donganta manang tatinggang partalianna marhitehite rupa ni uhum, alai ingkon urupanta do ibana mangaramoti teanteanna."
Sepuluh Hukum Taurat (Patik Na Sampulu) #10

Hukum Kesepuluh (Patik Pasampulu)

Pertanyaan: Jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Kita harus takut dan mengasihi Allah, sehingga kita tidak membujuk, merebut, atau memikat isteri sesama kita, para pekerjanya, atau hewan peliharaannya, melainkan menasihati mereka agar tetap tinggal dan melaksanakan kewajibannya dengan setia.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Artinya dalam bahasa Batak: "Ingkon umbiar hita mida Debata jala humolong rohanta di Ibana, asa unang tauji manegai roha ni jolma ni donganta, manang anak somangna, manang pinahanna, alai ingkon tapasingot do nasida asa marsihohot mangulahon tohonanna."
Sepuluh Hukum Taurat (Patik Na Sampulu) #11

Kesimpulan Hukum Taurat (Panyimpul ni Patik)

Pertanyaan: Apakah yang dikatakan Allah mengenai seluruh Hukum ini?
Jawaban:
Ia berfirman demikian: "Akulah TUHAN, Allahmu, Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku."
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Artinya: Allah mengancam akan menghukum semua orang yang melanggar perintah-perintah ini. Oleh sebab itu kita harus takut akan murka-Nya dan tidak melanggar perintah-perintah-Nya. Tetapi Ia menjanjikan kasih karunia dan segala berkat kepada semua orang yang mengasihi Dia dan memegang perintah-perintah-Nya.
Pengakuan Iman Rasuli (Hata Haporseaon) #1

Bagian Pertama: Penciptaan (Haporseaon Parjolo: Panompaon)

Pertanyaan: Aku percaya kepada Allah Bapa Yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Aku percaya bahwa Allah telah menciptakan aku beserta semua makhluk, telah memberikan kepadaku tubuh dan jiwa, mata, telinga, dan seluruh anggota tubuh, akal budi dan segala indera, dan masih terus memeliharanya.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Ia juga memberi pakaian dan sepatu, makanan dan minuman, rumah dan kediaman, isteri dan anak-anak, tanah, ternak, dan segala milikku. Ia mencukupi segala kebutuhan tubuh dan hidupku sehari-hari, melindungiku terhadap segala bahaya, serta menjaga dari segala yang jahat. Semua ini dilakukan-Nya murni karena kasih karunia dan kemurahan hati-Nya sebagai Bapa di sorga, tanpa jasa atau kelayakanku sedikit pun. Atas semuanya ini aku berhutang kewajiban untuk bersyukur dan memuji-Nya, mentaati dan melayani-Nya. Ini sungguh benar.
Pengakuan Iman Rasuli (Hata Haporseaon) #2

Bagian Kedua: Penebusan (Haporseaon Paidua: Haluaon)

Pertanyaan: Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita... Apakah artinya ini?
Jawaban:
Aku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang benar, yang diperanakkan oleh Bapa sejak kekekalan, dan juga manusia sejati yang lahir dari anak dara Maria; Dialah Tuhanku.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Ia telah menebus, membebaskan, dan menyelamatkan aku, manusia yang telah terhilang dan terkutuk, bukan dengan emas atau perak, melainkan dengan darah-Nya yang kudus dan mahal, serta dengan penderitaan dan kematian-Nya yang tanpa dosa, supaya aku menjadi milik-Nya, hidup di bawah pemerintahan-Nya di dalam kerajaan-Nya, dan melayani-Nya dalam kebenaran, kesucian, dan kebahagiaan abadi, sama seperti Dia telah bangkit dari antara orang mati, hidup dan memerintah untuk selama-lamanya. Ini sungguh benar.
Pengakuan Iman Rasuli (Hata Haporseaon) #3

Bagian Ketiga: Pengudusan (Haporseaon Paitolu: Habadiaon)

Pertanyaan: Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus dan am, persekutuan orang kudus... Apakah artinya ini?
Jawaban:
Aku percaya bahwa aku tidak dapat dengan akal budi atau kekuatanku sendiri percaya kepada Yesus Kristus, Tuhanku, atau datang kepada-Nya, melainkan Roh Kudus telah memanggil aku melalui Injil, menerangi aku dengan karunia-karunia-Nya, menguduskan dan memelihara aku dalam iman yang benar.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Sama seperti Ia memanggil, menghimpunkan, menerangi, dan menguduskan seluruh gereja Kristen di bumi, dan memeliharanya bersama Yesus Kristus dalam satu iman yang benar. Di dalam gereja Kristen ini Ia setiap hari mengampuni seluruh dosaku dan dosa semua orang percaya secara melimpah. Dan pada hari terakhir Ia akan membangkitkan aku dan seluruh orang mati, serta menganugerahkan hidup yang kekal kepadaku bersama semua orang yang beriman di dalam Kristus. Ini sungguh benar.
Doa Bapa Kami (Tangiang Ale Amanami) #1

Pembukaan (Hata Parjolo ni Tangiang)

Pertanyaan: Bapa kami yang di sorga. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Dengan perkataan ini Allah hendak mendorong kita agar percaya bahwa Dialah Bapa kita yang sejati dan kita adalah anak-anak-Nya yang sejati, sehingga kita dengan penuh keberanian dan keyakinan teguh memohon kepada-Nya, sebagaimana anak-anak terkasih memohon kepada ayahnya yang penuh kasih.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Bahasa Batak: "Marhite hata on dipajojor Debata tu hita, paboa Ibana tutu Amanta, jala hita tutu anakkonna, asa pos rohanta mangido tu Ibana songon sihabiaran ni ianakhon mida amana."
Doa Bapa Kami (Tangiang Ale Amanami) #2

Permohonan Pertama (Pangidoan Parjolo)

Pertanyaan: Dikuduskanlah nama-Mu. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Nama Allah sesungguhnya sudah kudus dengan sendirinya, tetapi kita memohon dalam doa ini agar nama-Nya itu dikuduskan juga di antara kita.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Bagaimanakah itu terjadi? Bilamana Firman Allah diajarkan dengan murni dan benar, dan kita selaku anak-anak Allah hidup kudus selaras dengan Firman itu. Bapa di sorga kiranya menolong kita untuk itu! Tetapi barangsiapa mengajarkan dan hidup berlainan dari apa yang diajarkan Firman Allah, ia menodai nama Allah di antara kita. Terhadap hal itu, ya Bapa di sorga, peliharalah kami!
Doa Bapa Kami (Tangiang Ale Amanami) #3

Permohonan Kedua (Pangidoan Paidua)

Pertanyaan: Datanglah Kerajaan-Mu. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Kerajaan Allah memang datang dengan sendirinya tanpa doa kita, tetapi kita memohon dalam doa ini agar kerajaan-Nya itu datang juga kepada kita.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Bagaimanakah itu terjadi? Bilamana Bapa di sorga mengaruniakan Roh Kudus-Nya kepada kita, sehingga oleh kasih karunia-Nya kita mempercayai Firman-Nya yang kudus dan hidup beribadah kepada Allah, baik di dunia ini maupun kelak di dalam kekekalan.
Doa Bapa Kami (Tangiang Ale Amanami) #4

Permohonan Ketiga (Pangidoan Paitolu)

Pertanyaan: Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Kehendak Allah yang baik dan penuh kasih karunia terlaksana juga tanpa doa kita, tetapi kita memohon dalam doa ini agar kehendak-Nya itu terlaksana juga di antara kita.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Bagaimanakah itu terjadi? Bilamana Allah mematahkan dan menggagalkan setiap maksud jahat dan kehendak iblis, dunia, serta hawa nafsu daging kita yang hendak menghalangi kita menguduskan nama Allah dan merintangi datangnya kerajaan-Nya; dan sebaliknya menguatkan serta memelihara kita teguh dalam Firman-Nya dan iman sampai akhir hidup kita. Itulah kehendak-Nya yang baik dan penuh kemurahan.
Doa Bapa Kami (Tangiang Ale Amanami) #5

Permohonan Keempat (Pangidoan Paopat)

Pertanyaan: Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Allah memang memberi makanan sehari-hari tanpa doa kita, bahkan kepada semua orang fasik, tetapi kita memohon dalam doa ini agar Ia memimpin kita untuk menyadari hal itu dan menerima rezeki harian kita dengan ucapan syukur.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Apakah yang dimaksud dengan makanan sehari-hari? Segala sesuatu yang termasuk kebutuhan jasmani dan hidup, seperti makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal, tanah garapan, hewan ternak, uang, harta benda, keluarga yang setia, anak yang berbakti, rekan sekerja yang jujur, pemerintah yang adil, udara yang baik, damai, kesehatan, ketertiban, kehormatan, sahabat baik, dan tetangga yang dapat dipercaya.
Doa Bapa Kami (Tangiang Ale Amanami) #6

Permohonan Kelima (Pangidoan Palima)

Pertanyaan: Dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Kita memohon dalam doa ini agar Bapa di sorga tidak memperhitungkan dosa-dosa kita dan tidak menolak permohonan kita karena dosa-dosa itu; sebab kita tidak layak memperoleh apa pun yang kita mohonkan, dan tidak berhak menuntutnya.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Melainkan kita memohon agar Ia berkenan memberikan semuanya itu kepada kita semata-mata karena kasih karunia-Nya, sebab setiap hari kita banyak berbuat dosa dan hanya patut menerima hukuman. Maka kita pun bersedia dari lubuk hati dengan sukacita mengampuni serta berbuat baik kepada mereka yang bersalah kepada kita.
Doa Bapa Kami (Tangiang Ale Amanami) #7

Permohonan Keenam (Pangidoan Paonom)

Pertanyaan: Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Allah memang tidak mencobai siapa pun menuju kejahatan, tetapi kita memohon dalam doa ini agar Allah melindungi dan memelihara kita, supaya iblis, dunia, dan kedagingan kita tidak memperdaya kita atau menyesatkan kita ke dalam ketidakpercayaan, keputusasaan, dan kejahatan besar lainnya.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Dan sekalipun kita diserang oleh pencobaan-pencobaan itu, kiranya kita pada akhirnya memperoleh kemenangan yang sejati atasnya.
Doa Bapa Kami (Tangiang Ale Amanami) #8

Permohonan Ketujuh (Pangidoan Papitu)

Pertanyaan: Tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Kita memohon dalam doa ini sebagai rangkuman agar Bapa di sorga melepaskan kita dari segala macam mara bahaya terhadap tubuh dan jiwa, harta milik dan kehormatan.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Dan bilamana saat terakhir kita telah tiba, kiranya Ia mengaruniakan kepada kita akhir hidup yang berbahagia dan dengan penuh kemurahan membawa kita dari lembah dukacita ini ke hadirat-Nya di sorga.
Doa Bapa Kami (Tangiang Ale Amanami) #9

Penutup / Doksologi (Pangujungi ni Tangiang)

Pertanyaan: Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. Apakah artinya ini?
Jawaban:
Bahwa aku harus yakin teguh bahwa permohonan-permohonan ini diperkenankan dan didengarkan oleh Bapa di sorga; sebab Ia sendiri telah memerintahkan kita untuk berdoa sedemikian dan berjanji bahwa Ia akan mendengarkan kita. "Amin, amin," artinya: ya, sungguh, itulah yang pasti terjadi.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Bahasa Batak: "Ai Ho do nampuna harajaon dohot hagogoon ro di hasangapon saleleng ni lelengna. Amen. Astuanna: Ingkon pos rohanta, dijangkon jala ditangihon Amanta na di banua ginjang i do tangiangta on, ai Ibana sandiri do mandokkon hita martangiang songon on, jala marbagahon tangihononNa do tangiangta."
Sakramen Baptisan Kudus (Pandidion Na Badia) #1

Hakikat Baptisan (Hadirion ni Pandidion)

Pertanyaan: Apakah itu Baptisan? Di manakah hal itu tertulis?
Jawaban:
Baptisan bukan sekadar air biasa, melainkan air yang dicakup dalam perintah Allah dan dipadukan dengan Firman Allah.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Di manakah hal itu tertulis dalam Alkitab? Tuhan kita Yesus Kristus bersabda di Matius pasal yang terakhir: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19).
Sakramen Baptisan Kudus (Pandidion Na Badia) #2

Manfaat & Karunia Baptisan (Laba ni Pandidion)

Pertanyaan: Apakah yang dikaruniakan atau dikerjakan oleh Baptisan?
Jawaban:
Baptisan mengerjakan pengampunan dosa, membebaskan dari maut dan iblis, serta menganugerahkan keselamatan kekal kepada semua orang yang percaya, sebagaimana perkataan dan janji Allah berbunyi.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Di manakah hal itu tertulis? Tuhan kita Yesus Kristus bersabda di Markus pasal terakhir: "Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum" (Markus 16:16).
Sakramen Baptisan Kudus (Pandidion Na Badia) #3

Kuasa Baptisan (Hagogoon ni Pandidion)

Pertanyaan: Bagaimanakah air dapat mengerjakan perkara-perkara yang begitu besar?
Jawaban:
Sesungguhnya bukanlah air itu yang mengerjakannya, melainkan Firman Allah yang ada di dalam dan bersama-sama dengan air itu, serta iman yang mempercayai Firman Allah yang menyertai air tersebut.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Sebab tanpa Firman Allah, air itu hanyalah air biasa belaka dan bukanlah suatu baptisan. Tetapi bila dipadukan dengan Firman Allah, air itu menjadi suatu Baptisan, yaitu air hidup yang kaya kasih karunia dan suatu permandian kelahiran baru di dalam Roh Kudus, sebagaimana dituliskan oleh Rasul Paulus dalam Surat Titus pasal ketiga: "Ia telah menyelamatkan kita melalui permandian kelahiran kembali dan pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita" (Titus 3:5-7).
Sakramen Baptisan Kudus (Pandidion Na Badia) #4

Arti Baptisan bagi Hidup Sehari-hari (Hatorangan ni Pandidion)

Pertanyaan: Apakah arti pembaptisan dengan air semacam itu bagi kehidupan kita?
Jawaban:
Artinya ialah bahwa manusia lama di dalam diri kita melalui penyesalan dan pertobatan setiap hari harus ditenggelamkan dan mati bersama segala dosa dan hawa nafsu yang jahat.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Dan sebaliknya, setiap hari harus bangkit dan tampil manusia baru yang hidup di hadapan Allah dalam kebenaran dan kesucian selama-lamanya. Di manakah hal itu tertulis? Rasul Paulus menulis dalam Surat Roma pasal keenam: "Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru" (Roma 6:4).
Kunci Kerajaan Sorga & Pengakuan Dosa (Huhuasi ni Hata Panopotan Dosa) #1

Hakikat Pengakuan Dosa (Huhuasi ni Panopotan Dosa)

Pertanyaan: Apakah arti Pengakuan Dosa itu?
Jawaban:
Pengakuan Dosa mencakup dua bagian: Pertama, bahwa kita mengakui dosa-dosa kita; Kedua, bahwa kita menerima absolusi atau pengampunan dosa dari pelayan firman seperti dari Allah sendiri, dan tidak meragukannya sama sekali, melainkan yakin teguh bahwa dosa-dosa kita telah diampuni oleh Allah di sorga.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Pengakuan dosa mengarahkan hati orang yang remuk redam kepada kasih karunia Kristus yang memulihkan persekutuan kita dengan Allah dan sesama.
Kunci Kerajaan Sorga & Pengakuan Dosa (Huhuasi ni Hata Panopotan Dosa) #2

Dosa Apa yang Patut Kita Akui?

Pertanyaan: Dosa-dosa apakah yang harus kita akui?
Jawaban:
Di hadapan Allah kita harus menyatakan diri bersalah atas segala dosa, termasuk dosa-dosa yang tidak kita sadari, seperti yang kita lakukan dalam Doa Bapa Kami. Namun di hadapan pelayan firman atau sesama kita, kita hanya perlu mengakui dosa-dosa yang kita ketahui dan rasakan di dalam hati nurani kita.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Bagaimanakah kita memeriksa hati nurani? Periksalah keadaan hidupmu berdasarkan Sepuluh Hukum Taurat: apakah engkau seorang bapa, ibu, anak, majikan, pekerja; apakah engkau telah tidak taat, tidak setia, malas; apakah engkau telah melukai sesamamu dengan perkataan atau perbuatan; apakah engkau telah mencuri, lalai, atau menimbulkan kerugian.
Kunci Kerajaan Sorga & Pengakuan Dosa (Huhuasi ni Hata Panopotan Dosa) #3

Kuasa Kunci Kerajaan Sorga (Hagogoon ni Anak Kunci ni Harajaon Banua Ginjang)

Pertanyaan: Apakah yang dimaksud dengan Kuasa Kunci Kerajaan Sorga?
Jawaban:
Kuasa Kunci adalah wewenang rohani istimewa yang diberikan oleh Kristus kepada gereja-Nya di bumi, untuk mengampuni dosa orang-orang yang bertobat, dan menahan dosa orang-orang yang tidak bertobat selama mereka belum mau bertobat.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Di manakah hal itu tertulis? Tuhan Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada" (Yohanes 20:22-23; juga Matius 16:19 dan 18:18).
Sakramen Perjamuan Kudus (Ulaon Nabadia) #1

Hakikat Perjamuan Kudus (Hadirion ni Ulaon Nabadia)

Pertanyaan: Apakah itu Sakramen Perjamuan Kudus?
Jawaban:
Perjamuan Kudus adalah Tubuh dan Darah sejati dari Tuhan kita Yesus Kristus, di dalam dan di bawah rupa roti dan anggur, yang ditetapkan oleh Kristus sendiri untuk dimakan dan diminum oleh kita orang-orang Kristen.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Di manakah hal itu tertulis? Para Rasul dan Penginjil Matius, Markus, Lukas, serta Rasul Paulus mencatat: "Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: ‘Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!’ Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: ‘Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!’" (1 Korintus 11:23-25; Matius 26:26-28).
Sakramen Perjamuan Kudus (Ulaon Nabadia) #2

Manfaat Perjamuan Kudus (Laba ni Ulaon Nabadia)

Pertanyaan: Apakah manfaat makan dan minum demikian?
Jawaban:
Hal itu ditunjukkan kepada kita melalui kata-kata ini: "Diserahkan bagimu" dan "Ditumpahkan bagimu untuk keampunan dosa".
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Yaitu bahwa melalui perkataan-perkataan ini, di dalam Sakramen dianugerahkan kepada kita pengampunan dosa, hidup, dan keselamatan; sebab di mana ada pengampunan dosa, di situ ada juga hidup dan keselamatan.
Sakramen Perjamuan Kudus (Ulaon Nabadia) #3

Kuasa Firman dalam Perjamuan Kudus (Hagogoon ni Hata di Ulaon Nabadia)

Pertanyaan: Bagaimanakah makan dan minum jasmani dapat mengerjakan perkara yang sedemikian besar?
Jawaban:
Sesungguhnya bukan makan dan minum itu yang mengerjakannya, melainkan perkataan yang tertulis di situ: "Diserahkan bagimu dan ditumpahkan bagimu untuk keampunan dosa".
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Perkataan-perkataan ini, bersama dengan makan dan minum secara jasmani, merupakan bagian yang pokok di dalam Sakramen ini; dan barangsiapa mempercayai kata-kata ini, ia memperoleh tepat apa yang dikatakan dan dinyatakan di dalamnya, yaitu: pengampunan dosa.
Sakramen Perjamuan Kudus (Ulaon Nabadia) #4

Kelayakan Menerima Perjamuan Kudus (Halalao Mandohoti Ulaon Nabadia)

Pertanyaan: Siapakah yang layak menerima Sakramen ini?
Jawaban:
Berpuasa dan persiapan lahiriah memang merupakan latihan jasmani yang baik. Namun orang yang benar-benar layak dan bersiap dengan baik ialah orang yang beriman teguh pada perkataan: "Diserahkan bagimu dan ditumpahkan bagimu untuk keampunan dosa".
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Tetapi barangsiapa tidak mempercayai perkataan ini atau meragukannya, ia tidak layak dan tidak bersiap; sebab perkataan "bagimu" menuntut hati yang sungguh-sungguh percaya.
Doa-Doa Harian (Tangiang Siganup Ari) #1

Doa Pagi Martin Luther (Tangiang Sogot)

Pertanyaan: Bagaimanakah kepala keluarga mengajarkan seisi rumahnya berdoa pada waktu pagi?
Jawaban:
Pada pagi hari ketika engkau bangun dari tidur, kuduskanlah dirimu dengan tanda salib kudus dan ucapkanlah: "Dalam nama Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Amin."
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Kemudian dengan berlutut atau berdiri, ucapkanlah Pengakuan Iman Rasuli dan Doa Bapa Kami, lalu lanjutkanlah dengan doa pagi ini: "Aku mengucap syukur kepada-Mu, ya Allah Bapa di sorga, melalui Yesus Kristus, Anak-Mu yang kekasih, karena Engkau telah menjaga dan melindungi aku pada malam yang lalu dari segala mara bahaya dan kejahatan. Aku mohon kepada-Mu, sudilah kiranya pada hari ini Engkau mengampuni segala dosaku dan memelihara aku, agar segenap kelakuan dan hidupku berkenan kepada-Mu. Sebab ke dalam tangan-Mu aku menyerahkan diriku, tubuh, jiwa, dan segala yang ada padaku. Biarlah malaikat-Mu yang kudus menyertai aku, supaya si jahat tidak berkuasa atasku. Amin." Setelah itu pergilah bekerja dengan sukacita dan bersenandunglah dengan memuji Tuhan.
Doa-Doa Harian (Tangiang Siganup Ari) #2

Doa Malam Martin Luther (Tangiang Bodari)

Pertanyaan: Bagaimanakah kepala keluarga mengajarkan seisi rumahnya berdoa pada waktu malam?
Jawaban:
Pada malam hari saat engkau hendak beristirahat tidur, kuduskanlah dirimu dengan tanda salib kudus dan ucapkanlah: "Dalam nama Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Amin."
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Kemudian ucapkanlah Pengakuan Iman Rasuli dan Doa Bapa Kami, lalu panjatkanlah doa malam ini: "Aku mengucap syukur kepada-Mu, ya Allah Bapa di sorga, melalui Yesus Kristus Anak-Mu yang kekasih, karena Engkau telah menjaga dan melindungi aku pada hari ini semata-mata karena kasih karunia-Mu. Aku memohon kepada-Mu, ampunilah segala dosaku dan di mana pun aku telah bersalah kepada-Mu, serta lindungilah aku pada malam ini dengan penuh kemurahan. Sebab ke dalam tangan-Mu aku menyerahkan tubuh, jiwa, dan seluruh kehidupanku. Biarlah malaikat-Mu yang kudus menyertai aku, agar si musuh yang jahat tidak berkuasa atas hidupku. Amin." Setelah itu tidurlah dengan tenang dan damai.
Doa-Doa Harian (Tangiang Siganup Ari) #3

Doa Sebelum Makan (Tangiang Tagan So Mangan)

Pertanyaan: Bagaimanakah seisi rumah memohon berkat Allah sebelum bersantap?
Jawaban:
Anak-anak dan seisi keluarga harus datang ke meja makan dengan tertib dan melipat tangan dengan khidmat serta mengucapkan Firman Tuhan: "Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkau pun memberi mereka makanan mereka pada waktunya; Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenang mengenyangkan segala yang hidup" (Mazmur 145:15-16).
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Lalu ucapkan Doa Bapa Kami, disusul doa ini: "Tuhan Allah Bapa di sorga, berkatilah kami dan pemberian-Mu ini yang kami terima dari kemurahan tangan-Mu yang melimpah, melalui Yesus Kristus Tuhan kami. Amin."
Doa-Doa Harian (Tangiang Siganup Ari) #4

Doa Sesudah Makan (Tangiang Dungi Mangan)

Pertanyaan: Bagaimanakah seisi rumah mengucap syukur kepada Allah sesudah bersantap?
Jawaban:
Sesudah makan, mereka melipat tangan dengan tertib dan mengucapkan Firman Tuhan: "Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Ia memberi makanan kepada hewan, kepada anak-anak burung gagak yang memanggil-manggil" (Mazmur 136:1; 147:9).
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Lalu ucapkan Doa Bapa Kami, disusul doa ini: "Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan Allah Bapa, melalui Yesus Kristus Tuhan kami, atas segala berkat dan karunia-Mu, Engkau yang hidup dan memerintah untuk selama-lamanya. Amin."
Tabel Rumah Tangga (Daftar Tugas Hidup / Haadapan ni Pardalanan) #1

Bagi Para Pelayan Firman / Pendeta (Tu angka Parhobas ni Huria)

Pertanyaan: Bagaimanakah nasihat Firman Tuhan bagi para penatua, gembala, dan pelayan gereja?
Jawaban:
Seorang penilik jemaat haruslah orang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar, bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, seorang kepala keluarga yang baik.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Bukan seorang yang baru bertobat, agar ia jangan menjadi sombong dan jatuh dalam hukuman iblis. Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat (1 Timotius 3:2-7; Titus 1:7-9).
Tabel Rumah Tangga (Daftar Tugas Hidup / Haadapan ni Pardalanan) #2

Bagi Warga Jemaat (Tu Ruas ni Huria)

Pertanyaan: Bagaimanakah kewajiban warga jemaat terhadap pelayan firman mereka?
Jawaban:
Tuhan telah menetapkan bahwa mereka yang memberitakan Injil, harus hidup dari Injil (1 Korintus 9:14). Dan barangsiapa diajar dalam Firman, hendaklah ia berbagi segala sesuatu yang baik dengan orang yang mengajarnya (Galatia 6:6). Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu (Ibrani 13:17).
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Warga jemaat dipanggil untuk menopang pelayan Tuhan dengan doa, hormat, dan dukungan nyata dalam persekutuan kasih.
Tabel Rumah Tangga (Daftar Tugas Hidup / Haadapan ni Pardalanan) #3

Bagi Pemerintah & Warga Negara (Tu angka Panggomgomi dohot Rayat)

Pertanyaan: Bagaimanakah panggilan iman orang Kristen terhadap pemerintah dan ketertiban umum?
Jawaban:
Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu (Roma 13:1-4).
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai, rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut, dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat (Roma 13:7; Matius 22:21).
Tabel Rumah Tangga (Daftar Tugas Hidup / Haadapan ni Pardalanan) #4

Bagi Suami dan Isteri (Tu angka Ama dohot Ina na Marhasohotan)

Pertanyaan: Bagaimanakah firman Tuhan mengarahkan kehidupan pernikahan suami dan isteri?
Jawaban:
Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya (Efesus 5:25). Dan hiduplah bijaksana dengan isterimu sebagai kaum yang lebih lemah, dan hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia (1 Petrus 3:7). Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan (Efesus 5:22).
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Pernikahan Kristen adalah persekutuan suci yang mencerminkan kasih Kristus bagi Gereja-Nya, yang diikat dalam kesetiaan seumur hidup.
Tabel Rumah Tangga (Daftar Tugas Hidup / Haadapan ni Pardalanan) #5

Bagi Orang Tua dan Anak-Anak (Tu angka Natoras dohot Ianakhon)

Pertanyaan: Bagaimanakah firman Tuhan bagi orang tua dan anak-anak dalam keluarga?
Jawaban:
Hai bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan (Efesus 6:4). Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu (Efesus 6:1-2).
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Rumah tangga Kristen adalah tempat pertama di mana Firman Tuhan dipelajari, didoakan, dan dihidupi dari generasi ke generasi.
Tabel Rumah Tangga (Daftar Tugas Hidup / Haadapan ni Pardalanan) #6

Bagi Pekerja dan Pemimpin Kerja (Tu angka Pangula dohot Induk)

Pertanyaan: Bagaimanakah firman Tuhan mengenai integritas dalam pekerjaan?
Jawaban:
Lakukanlah pekerjaanmu dengan sukacita seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, dengan tulus hati karena takut akan Tuhan (Kolose 3:22-23). Dan hai majikan, perlakukanlah bawahanmu dengan adil dan jujur; ingatlah bahwa kamu juga mempunyai Tuan di sorga dan pada-Nya tidak ada pilih kasih (Kolose 4:1; Efesus 6:9).
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Setiap profesi dan kerja harian adalah ladang pelayanan (vocatio) bagi kemuliaan Allah dan kebaikan sesama manusia.
Tanya-Jawab Kateketis Kristen (Pangantusion Haporseaon) #1

Hakikat Iman Kristen (Hadirion ni Haporseaon Kristen)

Pertanyaan: Apakah inti keselamatan orang percaya menurut iman Reformasi dan HKBP?
Jawaban:
Manusia dibenarkan hanya oleh kasih karunia (Sola Gratia), hanya melalui iman (Sola Fide), dan hanya di dalam Kristus Yesus (Solus Christus), berdasarkan Firman Allah dalam Alkitab (Sola Scriptura).
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Keselamatan bukanlah upah dari usaha atau perbuatan baik kita, melainkan anugerah cuma-cuma dari Allah yang kita terima dengan percaya sungguh-sungguh kepada pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.
Tanya-Jawab Kateketis Kristen (Pangantusion Haporseaon) #2

Fungsi Hukum Taurat & Injil (Pangalaho ni Patik dohot Barita Na Uli)

Pertanyaan: Apakah perbedaan dan hubungan antara Hukum Taurat dan Injil?
Jawaban:
Hukum Taurat menyatakan kehendak Allah yang kudus, menunjukkan dosa-dosa kita, dan menyatakan kemurkaan Allah atas ketidaktaatan (lex semper accusat). Sedangkan Injil memberitakan kabar baik tentang pengampunan dosa, hidup, dan keselamatan yang cuma-cuma melalui Yesus Kristus.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Hukum Taurat membimbing kita kepada Kristus seperti seorang penuntun (Galatia 3:24), agar kita dibenarkan karena iman; dan setelah kita percaya, Hukum Taurat menjadi pedoman hidup kudus orang yang telah ditebus.
Tanya-Jawab Kateketis Kristen (Pangantusion Haporseaon) #3

Dua Sakramen dalam Gereja HKBP (Dua Sakramen di HKBP)

Pertanyaan: Berapa banyakkah sakramen yang diakui dan dirayakan di dalam gereja HKBP?
Jawaban:
Ada 2 (dua) sakramen yang diperintahkan langsung oleh Tuhan Yesus Kristus dan dirayakan di gereja HKBP: 1. Sakramen Baptisan Kudus (Pandidion Na Badia), dan 2. Sakramen Perjamuan Kudus (Ulaon Nabadia).
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Keduanya merupakan tanda kelihatan yang disertai Firman janji Allah yang menganugerahkan pengampunan dosa dan hidup yang kekal bagi mereka yang percaya.
Tanya-Jawab Kateketis Kristen (Pangantusion Haporseaon) #4

Arti dan Makna Peneguhan Sidi (Lapatan ni Tardidi / Malua)

Pertanyaan: Apakah arti Peneguhan Sidi bagi seorang pemuda/pemudi Kristen HKBP?
Jawaban:
Peneguhan Sidi (Malua / Naik Sidi) adalah peristiwa pengakuan iman pribadi secara terbuka di hadapan Tuhan dan jemaat, setelah menyelesaikan pelajaran katekisasi, di mana warga jemaat meneguhkan janji baptisan masa kanak-kanak dan berikrar setia kepada Kristus serta gereja-Nya hingga akhir hayat.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Setelah naik sidi, warga jemaat diakui sebagai anggota jemaat dewasa penuh yang berhak mengikuti Perjamuan Kudus dan mengambil bagian aktif dalam pelayanan gerejawi.
Tanya-Jawab Kateketis Kristen (Pangantusion Haporseaon) #5

Panggilan Menjadi Saksi Kristus (Tohonon ni Na Porsea)

Pertanyaan: Bagaimanakah orang Kristen dipanggil untuk bersaksi di tengah-tengah masyarakat?
Jawaban:
Tuhan Yesus bersabda: "Kamu adalah garam dunia... Kamu adalah terang dunia. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga" (Matius 5:13-16).
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Orang Kristen dipanggil untuk menyatakan kasih, kejujuran, keadilan, perdamaian, dan kepedulian terhadap kaum yang lemah, serta memelihara kerukunan di tengah bangsa dan negara.
Tanya-Jawab Kateketis Kristen (Pangantusion Haporseaon) #6

Pengharapan Kekal Orang Percaya (Panghirimon ni Na Porsea)

Pertanyaan: Apakah pengharapan akhir orang percaya terhadap hidup yang akan datang?
Jawaban:
Kita meyakini pengharapan yang teguh akan kebangkitan orang mati pada kedatangan Kristus kembali, kehidupan kekal bersama Allah di langit baru dan bumi baru, di mana tidak ada lagi air mata, maut, perkabungan, ratap tangis, atau dukacita.
Penjelasan Teologis & Bahasa Batak:
Pengharapan ini memberi sukacita, ketabahan, dan penghiburan di tengah pergumulan serta penderitaan hidup di dunia fana ini.