HKBP Digital
Huria Kristen Batak Protestan • Pelayanan Firman

Alkitab Bahasa Indonesia

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

— Mazmur 119:105
Kitab: Mazmur (Perjanjian Lama) Pasal: 132 dari 150 Pasal
Firman Tuhan

Mazmur 132

1

Nyanyian ziarah. Ingatlah, ya Tuhan, kepada Daud dan segala penderitaannya,

2

bagaimana ia telah bersumpah kepada Tuhan, telah bernazar kepada Yang Mahakuat dari Yakub:

3

“Sesungguhnya aku tidak akan masuk ke dalam kemah kediamanku, tidak akan berbaring di ranjang petiduranku,

4

sesungguhnya aku tidak akan membiarkan mataku tidur atau membiarkan kelopak mataku terlelap,

5

sampai aku mendapat tempat untuk Tuhan, kediaman untuk Yang Mahakuat dari Yakub.”

6

Memang kita telah mendengar tentang itu di Efrata, telah mendapatnya di padang Yaar.

7

“Mari kita pergi ke kediaman-Nya, sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya.”

8

Bangunlah, ya Tuhan, dan pergilah ke tempat perhentian-Mu, Engkau serta tabut kekuatan-Mu!

9

Biarlah imam-imam-Mu berpakaian kebenaran, dan bersorak-sorai orang-orang yang Kaukasihi!

10

Oleh karena Daud, hamba-Mu, janganlah Engkau menolak orang yang Kauurapi!

11

Tuhan telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya: “Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu;

12

jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-peraturan-Ku yang Kuajarkan kepada mereka, maka anak-anak mereka selama-lamanya akan duduk di atas takhtamu.”

13

Sebab Tuhan telah memilih Sion, mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya:

14

“Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.

15

Perbekalannya akan Kuberkati dengan limpahnya, orang-orangnya yang miskin akan Kukenyangkan dengan roti,

16

imam-imamnya akan Kukenakan pakaian keselamatan, dan orang-orangnya yang saleh akan bersorak-sorai dengan girang.

17

Di sanalah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Daud, Aku akan menyediakan sebuah pelita bagi orang yang Kuurapi.

18

Musuh-musuhnya akan Kukenakan pakaian penuh malu, tetapi di atas kepalanya akan bersemarak mahkotanya.”